Forum Warga Banten


 
HomeHomeGalleryFAQSearchMemberlistRegisterLog in

Share | 
 

 Kota Serang Bakal Bebas Peternakan

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Admin
Admin
Admin
avatar

Lokasi : Propinsi Banten
Registration date : 2009-01-03

PostSubject: Kota Serang Bakal Bebas Peternakan   Thu Sep 23, 2010 11:01 am

SERANG – Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Serang Khaerul Saleh mengatakan, yang akan mendatang Kota Serang bakal bebas dari peternakan.
Saat ini, Pemkot tidak akan mengeluarkan lagi izin peternakan. “Kami hanya mengamankan peternakan yang sudah ada. Itu pun tidak akan kami perpanjang izinnya apabila masa berlakunya habis,” ujar Khaerul di ruang kerjanya, Senin (20/9).
Ia menjelaskan, hal tersebut dilakukan karena dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Serang yang sedang dievaluasi Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional tidak disebutkan adanya lahan untuk peternakan di Kota Serang. Dari enam kecamatan, tidak ada satu pun kecamatan yang difungsikan sebagai lahan peternakan. Sebagai daerah penyangga, Kota Serang akan dijadikan sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pendidikan. Untuk itu, menurutnya, tidak ada lahan untuk peternakan. Saat ini jumlah peternakan antara lima hingga tujuh peternakan. Semuanya berada di Kecamatan Curug. Sedangkan, izin gangguan atau HO yang dikeluarkan untuk peternakan dari BPTPM sejak BPTPM berdiri dari 2009 lalu yakni untuk tiga peternakan.
Pada kesempatan itu, Khaerul mengatakan, kemarin pagi ia didatangi sejumlah warga dari Desa Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, yang mempertanyakan perizinan peternakan di sekitar tempat tinggalnya. “Menurut mereka, peternakan yang ada di dekat mereka tidak berizin. Warga mereka keberatan,” terangnya.
Bukan hanya karena bau yang menyengat, banyaknya lalat dan faktor kesehatan juga membuat warga keberatan dengan adanya peternakan di lingkungannya. Berdasarkan informasi dari warga, jumlah populasi unggas di Warung Jaud sebanyak 25 ribu ekor yang dimiliki tiga pengusaha.
Ia mengungkapkan, dalam RTRW Kecamatan Kasemen tidak diperuntukkan bagi peternakan, melainkan untuk pariwisata, pertanian lahan basah, perikanan, pergudangan, industri, serta perumahan.
Khaerul menerangkan, selain izin gangguan yang dikeluarkan BPTPM, izin lainnya yang harus dimiliki pengusaha peternakan yakni upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) dan analisis dampak lingkungan dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH), serta izin dari Dinas Pertanian (Distan).
“Atas keberatan warga itu, saya menyarankan agar warga membuat surat ke walikota yang ditembuskan ke DPRD Kota Serang, BPTPM, Distan, dan KLH. Setelah itu, baru kami tindak lanjuti,” ungkap Khaerul.
Sebelumnya, warga Kampung Kubang Jaya, Desa Warung Jaud, Kecamatan Kasemen mendatangi kantor BPTPM. Kosim, salah satu perwakilan warga mengungkapkan, dampak dari peternakan di lingkungan mereka dapat mencemari air bersih di sumur.
Ia mengungkapkan, lokasi peternakan hanya berjarak tiga meter dari permukiman warga. Karenanya ia menilai, peternakan itu berbahaya bagi warga.


www.radarbanten.com
Back to top Go down
View user profile http://wargabanten.roomforum.com
 

Kota Serang Bakal Bebas Peternakan

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Forum Warga Banten :: INFORMASI BANTEN :: Banten News :: Berita dan Politik-